Maulidan, Sholawatan, Tahlilan, Adalah Tradisi Islam di Nusantara

Islam nusantara menjadi bahan perbincangan publik. Celakanya, mereka yg tak paham tentang maksud dari Islam Nusantara ikut andil dlm perdebatan tersebut yg pada akhirnya terjadilah pergesekan paham yg telah melenceng dari maksud aslinya.

Ada ketakutan yg dirasakan oleh para penentang Islam Nusantara seperti rawan masuknya paham islam liberalis / tercampurnya islam dg kesyirikan / kemaksiatan yg terkandung dlm tradisi. Ketakutan ini memang mendasar dan dimaklumi, ini ialah pandangan sempit yg memandang Islam Nusantara sebagai sebuah tradisi, bukan sebagai sikap dan metode dakwah.

Pertanyaan yg mula – mula harus dijawab ialah siapa pencetus Islam Nusantara? Benarkah Walisongo?

Maulidan, Sholawatan, Tahlilan, Adalah Tradisi Islam di Nusantara

Pencetus Islam Nusantara

Sebagai negara muslim terbesar di dunia, patut dicatat bahwa masuknya Islam di Negara Indonesia melalui jalur damai tanpa adanya pertumpahan darah ataupun perpecahan. Dari sekian teori yg dikenal mengenai masuknya Islam di Negara Indonesia, strategi penyebaran Islam di Negara Indonesia dilaksanakan dg menggunakan jalur perkawinan, perdagangan, islamisasi kultural serta pendidikan.

Salah satu tokoh yg memiliki peran sentral dlm menyebarkan islam di Negara Indonesia ialah ulama serta penguasa pada zaman tersebut yaitu raja / sultan. Di pulau jawa misalnya, ulama yg menyebarkan islam disebut dg walisongo. Walisongo merupakan wadah yg berisikan ulama – ulama yg terdiri dari sembilan orang.

Jasa walisongo sudah sangat dikenal oleh muslim dan non muslim di Negara Indonesia. Kesembilan wali tersebut dikenal sebagai penyebar agama islam di Jawa, siapa saja mereka yg menyebarkan Dakwah Islam nusantara?

Maulidan, Sholawatan, Tahlilan, Adalah Tradisi Islam di Nusantara

Pencetus Islam Nusantara
Masjid Kudus, Contoh Bangunan Tradisi Islam Di Nusantara

Walisongo

Syech Maghribi / syaikh maulana malik ibrahim merupakan ulama yg disebut – sebut paling senior dlm menyebarkan islam di pulau Jawa. Beliau dikenal juga dg nama Sunan Gresik / Sunan Ibrahim Asamarkandi. Namun, keterangan lain yg didapat dari buku Atlas Walisongo, Sunan Gresik merupakan pandhita tershohor dari Arab yg masih keturunan Zainal Abidin.

Beliau pada awalnya datang ke desa Sembalo di dekat Desa Leran Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Beliau juga berusaha mengislamkan raja Majapahit. Meskipun kemudian Raja Majapahit tak memeluk agama Islam, Sunan gresik diberi tanah di desa Gapuro yg kemudian dijadikan sebagai tempat didirikannya pesantren utk mendidik kader – kader pendakwah agama.

Sunan Ampel (Raden Rahmat)
Sunan Ampel ialah pengganti dari Syaikh Ibrahim As-Samarkandi, beliau ialah seorang putra sunan gresik. Sunan Ampel memiliki pesantren Ampel Denta yg dari tangan beliaulah kemudian muncul ulama besar lainnya seperti Sunan Giri, Raden patah, Raden Kusen, Raden Bonang serta sunan Drajat.Salah satu strategi dakwah yg digunakan ialah dg menikahkan juru dakwah Islam dg putri penguasa bawahan kerjaan majapahit. Dari strategi ini, Sunan Ampel membentuk jaringan keluarga muslim yg kemudian akan menjadi cikal bakal penyebaran dakwah di berbagai daerah di Nusantara. .

Sunan Bonang
Sunan Bonang tak hanya ahli fiqh, kemampuan beliau dibidang seni, sastra ataupun arsitektur disebut – sebut sangat luar biasa.

Awal dakwah yg dilaksanakan oleh Sunan Bonang dilakukan di daerah Kediri. Kemudian beliau juga berdakwah di Lasem. Sunan Bonang berdkawah melalui wayg, tembang serta beberapa syair bernuansa tasawuf salah satunya ialah Suluk Wijil 26 dlm.

Sunan Kalijaga
Di antara tokoh walisongo yg paling dikenal ialah Sunan Kalijaga. Kepiawaian beliau dlm bidang seni dan budaya, menjadikan beliau dapat berdakwah kepada orang jawa melalui wayang dan tembang. Beliau ahli dlm menggubah tembang serta tokoh / lakon carangan yg bernuansa tasawuf.

Beliau berani memadukan budaya dg nuansa islam yg hingga kini masih terasa. Meskipun pada awalnya Sunan Kalijaga ialah perampok, namun setelah berguru kepada Sunan Bonang, Sunan Kalijogo kemudian bertobat dan akhirnya menjadi mubaligh besar yg dikenal sakti dan cerdas.

Selain keempat wali tersebut, terdapat sunan gunung jati, sunan Muria, Sunan Kudus, Sunan Sunan Drajat dan Sunan Giri yg merupakan tokoh walisongo.

Mereka merupakan pencetus islam Nusantara meskipun tak menggunakan istilah “Islam Nusantara”. Sama seperti Ahlu Sunnah wal Jamaah, yg mana pada saat nabi tak ada istilah tersebut, namun kemudian implemantasinya dikristalisasi menjadi term Islam Ahlu Sunnah Wal Jamaah.

News Reporter