Tempat Wisata di Lombok yang Populer Wajib Dikunjungi

Lombok merupakan salah satu tempat di Indonesia yang mempunyai banyak tempat wisata. Tempat wisata di Lombok ini banyak ragam mulai dari wisata alam, wisata bahari, wisata pantai, wisata kota, wisata sejarah, wisata religi, dan juga wisata budaya. Jika Anda ingin mengunjungi Wisata Lombok untuk mempelajari budayanya.

Maka Desa Sade sudah pasti cocok untuk Anda. Sade merupakan sebuah dusun yang ada di Desa Rembitan, Pujut, di Lombok Tengah. Wisata budaya akan sangat cocok jika Anda memulainya di Desa Sade. Mengapa demikian? Karena di Desa Sade lah Anda bisa melihat kehidupan Suku Sasak asli yang merupakan suku tradisioanal Lombok. Selain itu, masyarakat Sasak disini pun masih menggunakan cara hidup yang tradisional. Tentu saja wisata ke Desa Sade ini akan menarik.

Tempat Wisata di Lombok untuk Mempelajari Budaya Sasak

Desa Sade Lombok
Desa Sade Lombok

Saat Anda menginjakkan kaki di salah satu Tempat Wisata di Lombok ini yaitu Desa Sade, maka Anda bisa melihat rumah tradisional Sasak yang hanya terbuat dari kayu dan anyaman banmbu lalu atapnya ditutupi dengan jerami. Rumah tradisional Suku Sasak bernama Bale Tani. Disana semua penduduknya tinggal di Bale Tani. Rumah ini pun hanya terdiri dari 3 ruang utama saja yaitu ruang depan, ruang tengah, dan dapur yang ada di belakang.

Bale Tani Desa Sade
Bale Tani Desa Sade

Setiap Bale Tani mempunyai bangunan kecil di depan rumah yang berfungsi sebagai lumbung padi. Lalu pada bagian bawah bangunan itu biasanya akan digunakan oleh warga Sasak untuk sekedar bercengkrama dengan tetangganya. Di Desa Sade ada pula bangunan yang mirip seperti gazebo atau pondok yang bernama Berugak.

Marilah kita mempelahhari budaya Sasak di tempat wisata di Lombok yang satu ini. Agama yang dianut oleh Suku Sasak adalah agama Islam. Dan agama Islam yang diajarkan kepada masyarakat Sasak ini agak berbeda dengan ajaran agam Islam pada umumnya. Agama Islam yang dianut oleh Suku Sasak ini masih terpengaruh akan ajaran agama Hindu dan Budha.

Namun untuk waktu solatnya sendiri sama dengan ajaran Islam sekarang yaitu lima waktu. Pada hari-hari tertentu, Anda akan melihat festival kebudayaan di Desa Sade dimana penduduknya berdoa dengan menggunakan cara Islam namun masih disisipi dengan unsur Budha dan juga Hindu.

Tradisi pernikahan yang dilakukan oleh warga Sasak ini cukup unik. Seorang pria yang akan melamar kekasihnya akan “menculik” sang wanita di malam hari. Lalu kekasih itu akan dipulangkan pada esok harinya atau beberapa hari setelah “penculikan” ke rumah orang tuanya dan siap untuk dilamar. Tentu saja tradisi yang satu ini merupakan suatu hal yang romantis yang bisa dilakukan oleh warga Suku Sasak saja.

Namun jika sang wanita atau orang tua si wanita menolak lamaran tersebut maka ada mitos yang mengatakan bahwa hal tersebut akan berakibat buruk pada sang putri. Mitos mengatakan bahwa jika menolak lamaran, maka tidak ada laki-laki yang mau melamar sang putri. Karena itulah orang tua dari pihak wanita tersebut tidak bisa menolak lamaran dari sang penculik.

Salah satu syarat bagi wanita Sasak untuk menikah yang masih dilestarikan di Desa Sade adalah kemampuan dalam menenun. Wanita Sasak diperbolehkan untuk menikah jika dia sudah ahli dalam menenun. Karena menenun kain songket adalah simbol mandiri bagi wanita Sasak yang artinya sudah siap berumah tangga.

Dengan cara inilah maka kain songket khas Lombok tetap bisa dilestatrikan. Masih ada lagi hal-hal yang bisa Anda pelajari jika mengunjungi tempat wisata di Lombok Desa Sade.

Nah itu dia tadi beberapa informasi tentang tempat wisata di Lombok yaitu desa sade yang merupakan desa tradisional sasak yang masih sangat terjaga keasriannya. Selamat berlibur!

News Reporter